PREDIKSI BOLA DAN LIVE SCORE TERLENGKAP 2026 - MERDEKATOGEL
Slide
Slide
Slide
Slide
Slide
Home Login Live Score Berita Bola Kalkulator Odds
Berita Bola

Biang Rontoknya 7 Wakil Asia di Piala Dunia 2026, Pengamat: Faktor Kelemahan Karakter, Kualitas, dan Tim Analis

28 Jun 2026 • Redaksi Bola
Biang Rontoknya 7 Wakil Asia di Piala Dunia 2026, Pengamat: Faktor Kelemahan Karakter, Kualitas, dan Tim Analis

Pelatih kepala Korea Selatan, Hong Myung-bo, berbicara kepada para pemainnya selama jeda minum dalam pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan dan Korea Selatan di Stadion Monterrey di Guadalupe, Meksiko, pada 25 Juni 2026. (Yuri Cortez/AFP)

Jakarta - Dari sembilan negara wakil Asia di Piala Dunia 2026 tinggal menyisakan Jepang dan Australia yang berhasil melangkah ke babak 32 Besar.

Tujuh kontestan yakni Uzbekistan, Jordania, Arab Saudi, Qatar, Irak, Korsel, dan Iran rontok di fase grup. Korsel dan Iran sempat punya harapan ke putaran berikutnya. Namun mereka secara menyakitkan harus terlempar dari daftar delapan peringkat ketiga terbaik.

Raja Isa Raja Akram Syah menganalisa ada tiga aspek yakni kelemahan karakter, kualitas pemain, dan tim analis yang dimiliki tim-tim tersebut.

"Sistem turnamen selalu sulit bagi para peserta. Termasuk Piala Dunia 2026 ini. Tiap tim harus punya karakter kuat, kualitas pemain bagus, dan tim analis mumpuni. Wakil AFC hanya beberapa negara yang memiliki tiga aspek itu," katanya.c

Faktor Materi

Para pemain Irak menyapa penggemar setelah kalah dalam pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Senegal dan Irak di Stadion Toronto, Toronto, pada 27 Juni 2026. (Cole Burston/AFP)

Pengamat sepak bola asal Malaysia itu menunjuk Korsel dan Jepang punya karakter kuat. Tapi materi pemain Korsel tak cukup untuk bersaing di Grup A. Sementara Jepang nyaris sempurna.

"Pelatih lokal mampu menjaga karakter khas Korsel dan Jepang. Australia tak punya karakter khusus, tapi mereka punya tim analis yang pandai merancang taktik," jelasnya.

Raja Isa menilai mayoritas tim Asia sangat menggebu-gebu di pertandingan pertama. Namun dia laga berikutnya performa mereka sedikit menurun.

"Di sistem turnamen, pelatih dan stafnya harus pintar menjaga fisik dan mental pemain siap melawan tim manapun. Tapi saya lihat kebanyakan tim Asia sangat semangat di awal, tapi performa mereka merosot di pertandingan berikutnya," ucapnya.

Debutan Melempem

Pemain DR Kongo, Nathanael Mbuku (nomor 7) berebut bola dengan pemain Uzbekistan Sherzod Nasrullaev (nomor 13) dan Abbosbek Fayzullaev dalam laga Grup K Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Minggu (28/6/2026) pagi WIB. (Lars Baron/Getty) Images/AFP.

Raja Isa tak menyalahkan spirit pemain Korsel yang sukses mengalahkan Ceko 2-1 di partai pembuka.

"Misi Korsel sudah benar. Mereka harus dapat poin di pertandingan pertama. Tapi sayang setelah menang atas Ceko, mereka merasa langkah berikutnya makin mudah. Tapi mereka lupa harus melawan tuan rumah Meksiko. Korsel juga masih ngotot ingin mengalahkan Afrika Selatan. Padahal seri saja sudah cukup untuk ke babak 32 Besar," paparnya.

Mantan pelatih PSM dan Persipura itu juga menyebut Yordania dan Uzbekistan sebagai debutan Piala Dunia 2026 tak menunjukkan permainan terbaiknya.

"Jordania dan Uzbekistan sangat meyakinkan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Tapi di Piala Dunia 2026, kualitas mereka tak nampak. Terutama Uzbekistan. Saya nilai pergantian pelatih dari Timur Kapadze ke Fabio Cannavaro kesalahan fatal Federasi Uzbekistan. Sehingga karakter tim tak nampak," tuturnya.